Wasekjen Demokrat Arahkan Istana Terlibat Asia Sentinel Tanpa Bukti, Tapi Dulu Pemred Obor Rakyat Akui Asisten Stafsus SBY
Wasekjen Partai Demokrat (PD) Rachland Nashidik mengunggah sebuah foto yang menampilkan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko bersama co-founder media asing Hong Kong, Asia Sentinel, Lin Neumann. Melalui bukti foto itu, Rachland menduga ada campur tangan Istana terkait artikel kasus Bank Century yang dimuat Asia Sentinel dengan menyeret nama Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Rachland mengunggah foto itu lewat akun Twitter-nya, @RachlandNashidik. Dalam cuitannya, ia mendeskripsikan Lin Neumann berada di belakang Moeldoko.
"Lin Neumann--berkacamata, ketiga di belakang--adalah co-founder Asia Sentinel, blog berbasis Hong Kong yang menyebar berita bohong tentang SBY dan Partai Demokrat. Di foto ini Tuan Neumann berfoto dengan @GeneralMoeldoko," cuit Rachland dengan me-mention akun Twitter Moeldoko.
"Apakah Istana terlibat dalam fitnah pada SBY?" lanjut Rachland.
Pemred Obor Rakyat Akui Sebagai Asisten Staf Khusus SBY
pada 14 Jun 2014, 13:00 WIB
Setiyardi Budiono mengakui bahwa sebelum menjadi Pemimpin Redaksi dan menerbitkan Tabloid Obor Rakyat, ia sehari-hari bekerja sebagai asisten Velix Vernando Wanggai atau Staf Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bidang pembangunan daerah dan otonomi daerah di Indonesia.
"Saya asisten staf khusus presiden. Tapi saya cuti. Saya izin cuti," ujar Setiyardi Budiono di Cikini, Jakarta, Sabtu (14/6/2014).
Menurut Setiyardi, alasan dirinya memilih cuti dan menerbitkan tabloid dengan headline 'Capres Boneka' pada edisi perdananya, lantaran ingin ikut berpartisipasi dalam pesta demokrasi 5 tahunan. Dan Velix Wanggai sebagai atasannya, lanjut Setiyardi, juga sudah mengetahui rencananya tersebut.
"Pak Velix bukan hanya tahu, saya izin cuti untuk buat tabloid ini. Beliau menyetujui," katanya.
Namun demikian, pria yang pernah menjadi wartawan di Tempo tersebut membantah apa yang ia lakukan ini terkait dengan jabatannya sebagai asisten Velix Wanggai.
"Ini tidak terkait institusi saya. Setiap individu punya hak menyatakan pendapat. Saya terus terang menjunjung tinggi etika. Saya bukan PNS, saya asisten Staf Khusus Presiden, punya latar belakang jurnalis. Saya tidak boleh kaitkan institusi. Saya ingin lakukan aktivitas yang tidak terkait institusi saya," tandas Setiyardi.
Dengan adanya polemik yang berkembang mengenai Obor Rakyat, Setiyardi pun mengaku sudah diminta kembali bekerja oleh Velix Wanggai. "Sekarang saya sudah diminta kembali kerja," pungkas Setiyardi Budiono. (Ein)
Comments
Post a Comment