Survei Y-Publica mengungkapkan bahwa gerakan #2019GantiPresiden makin populer dan dikenal masyarakat usai proses pendaftaran pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden di Komisi Pemilihan Umum (KPU) awal Agustus lalu.
Direktur Eksekutif Y-Publica, Rudi Hartono mengungkapkan hampir 70 persen responden mengaku mengetahui dan pernah mendengar gerakan tersebut.
"Angka ini meningkat Iebih tinggi dibanding temuan survei kita sebelumnya pada Mei 2018 yang masih 50,3 persen," kata Rudi dalam rilis survei terbaru di Jakarta Pusat, Senin (3/9).
Lihat juga: Ketua DPR Nilai Deklarasi #2019GantiPresiden Tidak Salah
Meski demikian, Rudi menjelaskan bahwa masyarakat cukup kritis dalam melihat gerakan tersebut. Ia menunjukkan mayoritas responden yang mengaku tak setuju dan menolak gerakan #2019GantiPresiden berada diangka 75.6 persen.
"Gerakan ini hanya disetujui oleh 19,2 persen masyarakat dan sementara sisanya 5,2 persen tidak menjawab," ungkapnya.
Berikut ini hasil penelusuran qline.info yang mencengangkan. Penelusuran dilakukan pada jam 03.00 pagi Dimana tim kami menemukan bahwa mayoritas #2019gantipresiden hanya ramai ditwitkan oleh bot
Comments
Post a Comment