Ok Oce Gagal Di DKI,Tapi Sandiaga Uno Klaim Milenial di Bali Ingin Ok Oce

Bakal cawapres Sandiaga Uno mengatakan milenial di Bali menginginkan kehadiran OK OCE. Sandiaga menuturkan, banyak suara muda-mudi di Bali yang tetap ingin membuka usaha meski kondisi ekonomi negeri disebutnya sedang lesu.

"Mahasiswa termasuk ada perwakilan emak-emak semua ingin menindaklanjuti bahwa membuka usaha karena turbulensi ekonomi bukan hanya tekanan, tapi juga ada peluang. Jadi mereka sangat tertarik dan permintaannya agar OK OCE yang nasional itu bisa dihadirkan di sini, jadi tadi kita tampung, kita bicara," kata Sandiaga usai menjadi pembicara di Hotel Puri Dalem, Sanur, Bali, Sabtu (8/9/2018).



Sandiaga mengatakan peserta yang hadir dari berbagai kampus di Bali itu punya semangat untuk membuka peluang usaha. Sandi juga memberi kesempatan kepada mahasiswa yang hadir untuk memberikan pernyataan.

Di hadapan Sandi, para mahasiswa yang hadir disebut ingin menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pariwisata di Bali.

"Milenial di Bali ingin mereka mengambil peluang, mereka semangat, yang saya excited mereka nggak lihat turbulensi berdampak negatif, tapi justru melihatnya sabagai peluang yang mereka mesti ambil. Dan, closing statement-nya muda-mudi Bali (ingin) mengisi pembangunan yang fokus penciptaan lapangan kerja, peningkatan pariwisata," kata Sandiaga. 

Program Ok Oce Gagal di Jakarta

- Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Bestari Barus mengaku belum melihat adanya penyimpangan anggaran dan kerja dalam program One Kecamatan One Center Enterpreunership (OK OCE) dan Rumah DP 0 Rupiah.

Oleh karena itu, Bestari mengaku tidak akan ikut dalam usulan Fraksi PDIP yang ingin membentuk Panitia Khusus (Pansus) OK OCE dan Rumah DP 0 Rupiah.

"OK OCE dan DP 0 Rupiah ini, memang perlu pemdalaman. Nah sementara Pansus bisa dibentuk ada indikasi pelanggaran. Tetapi sejauh ini, belum ada," kata Bestari kepada JPNN.com, Senin (4/6).

Menurut Bestari, Fraksi PDIP juga belum membuka komunikasi soal wacana pembentukan Pansus OK OCE dan Rumah DP 0 Rupiah. Sejauh ini, kata Bestari, yang sudah dibicarakan adalah pembentukan Pansus Penataan Tanah Abang.

Meski demikian, Bestari menilai bahwa OK OCE adalah program gagal, meski tidak ada pelanggaran di dalamnya.

Hal ini ditemukan setelah Bestari melakukan reses dan menerima keluhan masyarakat yang kecewa terhadap program tersebut.

"Di beberapa tempat reses, masyarakat kecewa, 'masak saya diajari bikin kue. Kalau mau bikin modal'," kata Bestari.

Bestari menambahkan, OK OCE tidak lebih dari program seminar yang tidak menyelesaikan substansi kewirausahaan yaitu permasalahan permodalan.

Mengenai DP 0 Rupiah, menurut Bestari, pihaknya juga belum melihat adanya progres perkembangan. Oleh karena itu, Bestari akan meminta program DP 0 Rupiah dibatalkan dalam rapat perubahan anggaran nantinya.

"Kami akan menanyakan dalam rapat itu. Kalau tidak bisa dipertanggungjawabkan, dicoret saja," pungkas dia.

Seperti diketahui, anggota DPRD DKI Fraksi PDI Perjuangan William Yani mendorong parlemen agar membentuk panitia khusus (Pansus) untuk meninjau sejumlah program Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

Menurut Yani, dua program Anies yang pantas diajukan dalam Pansus adalah rumah DP 0 rupiah dan One Kecamatan One Center Enterpreunership (OK OCE). 


via detik & jpnn

Comments